Budidaya Lele om farel

ternak-lele

Pendahuluan.

Lele merupakan jenis ikan yang digemari masyarakat, dengan rasa yang lezat, daging empuk, duri teratur dan dapat disajikan dalam berbagai macam menu masakan. PT. NATURAL NUSANTARA dengan prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kesehatan) membantu petani lele dengan paket produk dan teknologi.II. Pembenihan Lele.
Adalah budidaya lele untuk menghasilkan benih sampai berukuran tertentu dengan cara mengawinkan induk jantan dan betina pada kolam-kolam khusus pemijahan. Pembenihan lele mempunyai prospek yang bagus dengan tingginya konsumsi lele serta banyaknya usaha pembesaran lele.III. Sistem Budidaya.
Terdapat 3 sistem pembenihan yang dikenal, yaitu :
  1. Sistem Massal. Dilakukan dengan menempatkan lele jantan dan betina dalam satu kolam dengan perbandingan tertentu. Pada sistem ini induk jantan secara leluasa mencari pasangannya untuk diajak kawin dalam sarang pemijahan, sehingga sangat tergantung pada keaktifan induk jantan mencari pasangannya.
  2. Sistem Pasangan. Dilakukan dengan menempatkan induk jantan dan betina pada satu kolam khusus. Keberhasilannya ditentukan oleh ketepatan menentukan pasangan yang cocok antara kedua induk.
  3. Pembenihan Sistem Suntik (Hyphofisasi).
  4. Dilakukan dengan merangsang lele untuk memijah atau terjadi ovulasi dengan suntikan ekstrak kelenjar Hyphofise, yang terdapat di sebelah bawah otak besar. Untuk keperluan ini harus ada ikan sebagai donor kelenjar Hyphofise yang juga harus dari jenis lele.

IV. Tahap Proses Budidaya.
A. Pembuatan Kolam.
Ada dua macam/tipe kolam, yaitu bak dan kubangan (kolam galian). Pemilihan tipe kolam tersebut sebaiknya disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Secara teknis baik pada tipe bak maupun tipe galian, pembenihan lele harus mempunyai :

  1. Kolam tandon. Mendapatkan masukan air langsung dari luar/sumber air. Berfungsi untuk pengendapan lumpur, persediaan air, dan penumbuhan plankton. Kolam tandon ini merupakan sumber air untuk kolam yang lain.
  2. Kolam pemeliharaan induk. Induk jantan dan bertina selama masa pematangan telur dipelihara pada kolam tersendiri yang sekaligus sebagai tempat pematangan sel telur dan sel sperma.
  3. Kolam Pemijahan. Tempat perkawinan induk jantan dan betina. Pada kolam ini harus tersedia sarang pemijahan dari ijuk, batu bata, bambu dan lain-lain sebagai tempat hubungan induk jantan dan betina.
  4. Kolam Pendederan. Berfungsi untuk membesarkan anakan yang telah menetas dan telah berumur 3-4 hari. Pemindahan dilakukan pada umur tersebut karena anakan mulai memerlukan pakan, yang sebelumnya masih menggunakan cadangan kuning telur induk dalam saluran pencernaannya.
B. Pemilihan Induk
Induk jantan mempunyai tanda :
  • tulang kepala berbentuk pipih
  • warna lebih gelap
  • gerakannya lebih lincah
  • perut ramping tidak terlihat lebih besar daripada punggung
  • alat kelaminnya berbentuk runcing.
Induk betina bertanda :
  • tulang kepala berbentuk cembung
  • warna badan lebih cerah
  • gerakan lamban
  • perut mengembang lebih besar daripada punggung alat kelamin berbentuk bulat.C. Persiapan Lahan.
    Proses pengolahan lahan (pada kolam tanah) meliputi :

    • Pengeringan. Untuk membersihkan kolam dan mematikan berbagai bibit penyakit.
    • Pengapuran. Dilakukan dengan kapur Dolomit atau Zeolit dosis 60 gr/m2 untuk mengembalikan keasaman tanah dan mematikan bibit penyakit yang tidak mati oleh pengeringan.
    • Perlakuan TON (Tambak Organik Nusantara). untuk menetralkan berbagai racun dan gas berbahaya hasil pembusukan bahan organik sisa budidaya sebelumnya dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100m2. Penambahan pupuk kandang juga dapat dilakukan untuk menambah kesuburan lahan.
    • Pemasukan Air. Dilakukan secara bertahap, mula-mula setinggi 30 cm dan dibiarkan selama 3-4 hari untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami lele.
    Pada tipe kolam berupa bak, persiapan kolam yang dapat dilakukan adalah :
    • Pembersihan bak dari kotoran/sisa pembenihan sebelumnya.
    • Penjemuran bak agar kering dan bibit penyakit mati. Pemasukan air fapat langsung penuh dan segera diberi perlakuan TON dengan dosis sama.
    D. Pemijahan.
    Pemijahan adalah proses pertemuan induk jantan dan betina untuk mengeluarkan sel telur dan sel sperma. Tanda induk jantan siap kawin yaitu alat kelamin berwarna merah. Induk betina tandanya sel telur berwarna kuning (jika belum matang berwarna hijau). Sel telur yang telah dibuahi menempel pada sarang dan dalam waktu 24 jam akan menetas menjadi anakan lele.E. Pemindahan.
    Cara pemindahan :
    • kurangi air di sarang pemijahan sampai tinggi air 10-20 cm.
    • siapkan tempat penampungan dengan baskom atau ember yang diisi dengan air di sarang.
    • samakan suhu pada kedua kolam
    • pindahkan benih dari sarang ke wadah penampungan dengan cawan atau piring.
    • pindahkan benih dari penampungan ke kolam pendederan dengan hati-hati pada malam hari, karena masih rentan terhadap tingginya suhu air.
    F. Pendederan.
    Adalah pembesaran hingga berukuran siap jual, yaitu 5 – 7 cm, 7 – 9 cm dan 9 – 12 cm dengan harga berbeda. Kolam pendederan permukaannya diberi pelindung berupa enceng gondok atau penutup dari plastik untuk menghindari naiknya suhu air yang menyebabkan lele mudah stress. Pemberian pakan mulai dilakukan sejak anakan lele dipindahkan ke kolam pendederan ini.V. Manajemen Pakan.
    Pakan anakan lele berupa :
    • pakan alami berupa plankton, jentik-jentik, kutu air dan cacing kecil (paling baik) dikonsumsi pada umur di bawah 3 – 4 hari.
    • Pakan buatan untuk umur diatas 3 – 4 hari. Kandungan nutrisi harus tinggi, terutama kadar proteinnya.
    • Untuk menambah nutrisi pakan, setiap pemberian pakan buatan dicampur dengan POC NASA + VITERNA Plus dengan dosis 1 – 2 cc/kg pakan (dicampur air secukupnya), untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh karena mengandung berbagai unsur mineral penting, protein dan vitamin dalam jumlah yang optimal.
    VI. Manajemen Air.
    Ukuran kualitas air dapat dinilai secara fisik :
    • air harus bersih
    • berwarna hijau cerah
    • kecerahan/transparansi sedang (30 – 40 cm).
    Ukuran kualitas air secara kimia :
    • bebas senyawa beracun seperti amoniak
    • mempunyai suhu optimal (22 – 26 0C).

    Untuk menjaga kualitas air agar selalu dalam keadaan yang optimal, pemberian pupuk TON sangat diperlukan. TON yang mengandung unsur-unsur mineral penting, lemak, protein, karbohidrat dan asam humat mampu menumbuhkan dan menyuburkan pakan alami yang berupa plankton dan jenis cacing-cacingan, menetralkan senyawa beracun dan menciptakan ekosistem kolam yang seimbang. Perlakuan TON dilakukan pada saat oleh lahan dengan cara dilarutkan dan di siramkan pada permukaan tanah kolam serta pada waktu pemasukan air baru atau sekurang-kurangnya setiap 10 hari sekali. Dosis pemakaian TON adalah 25 g/100m2.

    VI. Manajemen Kesehatan.
    Pada dasarnya, anakan lele yang dipelihara tidak akan sakit jika mempunyai ketahanan tubuh yang tinggi. Anakan lele menjadi sakit lebih banyak disebabkan oleh kondisi lingkungan (air) yang jelek. Kondisi air yang jelek sangat mendorong tumbuhnya berbagai bibit penyakit baik yang berupa protozoa, jamur, bakteri dan lain-lain. Maka dalam menejemen kesehatan pembenihan lele, yang lebih penting dilakukan adalah penjagaan kondisi air dan pemberian nutrisi yang tinggi. Dalam kedua hal itulah, peranan TON, POC NASA, VITERNA Plus sangat besar. Namun apabila anakan lele terlanjur terserang penyakit, dianjurkan untuk melakukan pengobatan yang sesuai. Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa, bakteri dan jamur dapat diobati dengan formalin, larutan PK (Kalium Permanganat) atau garam dapur. Penggunaan obat tersebut haruslah hati-hati dan dosis yang digunakan juga harus sesuai.

    ============================================
    Cara Pemesanan Produk :

    1. SMS/Telp 085715055646 untuk konfirmasi Pemesanan.
    2. Kemudian akan dihitung jumlah biaya yang harus ditransfer.
    3. Transfer biaya pembelian + bea kirim (bila diperlukan) sesuai dengan Pemesanan melalui Mandiri 164-00-0050208-0 a/n Muhammad sandy atau
    4. Konfirmasi Nama dan Alamat pengiriman Via Hp 085715055646
    5. Produk dikirim ke alamat

pengertian e-commerce

Nama : Muhammad Sandy Farel Al-basiyah
NIM   : 0831500483
Fakultas Ekonomi

SOAL :
1. Definisi e-commers.
2. Kelebihan dan kekurangan dari bisnis berbasis web.
3. Fitur – fitur utama pendukung web.
4. Bahaya dalam bisnis berbasis web (e- commers).
• Dari sisi pembeli dan penjual.
• Atau kejahatan yang mungkin timbul.

JAWAB:

1) DEFINISI E-COMEMERCE

  • Electronic Commerce (Perniagaan Elektronik), sebagai bagian dari Electronic Business (bisnis yang dilakukan dengan menggunakan electronic transmission), oleh para ahli dan pelaku bisnis dicoba dirumuskan definisinya. Secara umum e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik. Jelas, selain dari yang telah disebutkan di atas, bahwa kegiatan perniagaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bisnis. Kesimpulannya, “e-commerce is a part of e-business”.
  • e-commerce secara umum dapat diartikan sebagai proses transaksi jual beli secara elektronik melalui media internet.
  • Menurut Mariza Arfina dan Robert Marpaung e-commerce atau yang lebih dikenal dengan e-com dapat diartikan sebagai suatu cara berbelanja atau berdagang secara online atau direct selling yang memanfaatkan fasilitas Internet dimana terdapat website yang dapat menyediakan layanan “get and deliver” (http://r-marpaung.tripod.com/ElectronicCommerce.doc .
  • E-commerce juga dapat diartikan sebagai suatu proses berbisnis dengan memakai teknologi elektronik yang menghubungkan antara perusahaan, konsumen dan masyarakat dalam bentuk transaksi elektronik dan pertukaran/penjualan barang, servis, dan informasi secara elektronik.

2) KELEBIHAN DAK KEKURANGAN DARI BISNIS BERBASIS WEB.
KELEBIHAN ;

  • Beberapa hal yang membuat internet menjadi populer yaitu:
  •  Komputer tetap terhubung satu dengan yang lainnya walaupun jalur dalam keadaan sibuk.
  • Tidak tergantung pada sebuah perusahaan ataupun vendor, serta tidak ada suatu kontrol yang terpusat.
  • Biaya komunikasi menjadi sangat murah karena semuanya menggunakan biaya pulas lokal walaupun komunikasi itu sendiri berlangsung antar benua.
  • Banyak informasi berharga yang dapat diakses melalui internet.
  • Dari sudut pandang yang lebih kecil, internet memberikan dampak positif seperti berikut:
  • Sumber informasi menjadi lebih beragam dan luas
  • Jarak dan waktu bukan lagi kendala yang utama
  • Munculnya sistem pembelian dan pembayaran online
  • Dapat mengadakan rapat secara bersamaaan dan langsung dari berbagai tempat
  • Pertukaran dan asimilasi nilai-nilai budaya yang cepat.
  • Semakin banyak manusia yang bekerja dan beraktifitas di rumah dengan menggunakan internet berarti mengurangi perjalanan untuk bekerja, belanja, dan aktifitas lainnya, sehingga mengurangi kemacetan jalan dan mereduksi polusi udara.
  • Meningkatkan daya beli dan kesempatan masyarakat untuk mendapatkan produk atau service yang terbaik karena perusahaan yang mengeluarkan produk atau service dapat menjualnya lebih murah karena biaya produksi yang rendah.
  • Mengurangi pengangguran karena masyarakat semakin bergairah untuk berbisnis karena cara kerja yang gampang dan tanpa modal yang besar.

KEKURANGAN :

  • Keaslian Data perlu di pertanyakan (tidak ada jaminan).
  • Keabsahan (validity).
  • Kerahasiaan (confidentiality/privacy)nya tidak lah ada.
  • Keberadaan barang (availability), barang yang di pesan belum tentu ada karena bisa saja produsen atau penjual hanya ingin menipu.
  • Yurisdiksi : Mail box theory (Teori Kotak Pos); dalam hal transaksi e-commerce, maka hukum yang berlaku adalah hukum dimana pembeli mengirimkan pesanan melalui komputernya yang dapat berarti hukum si customer. Untuk ini diperlukan konfirmasi dari merchant. Jadi perjanjian atau kontrak terjadi pada saat jawaban yang berisikan penerimaan tawaran tersebut dimasukkan ke dalam kotak pos (mail box).
  • Membuka peluang terjadinya cyber crime yaitu tidak adanya jaminan keamanan dalam bertransaksi baik segi hukum, krimainal maupun tehnis keamanan jaringan.

3) FITUR – FITUR UTAMA PENDUKUNG WEB :
Sebuah situs e-commerce biasanya memiliki fitur-fitur utama sebagai berikut:
a. Etalase/Halaman Display yang memuat nama, deskripsi dan harga barang/jasa yang ditawarkan
b. Katalog, yang bisa dieksplorasi isinya dengan mudah untuk mencari produk/jasa yang kita inginkan, umumnya difasilitasi dengan fungsi Search/Cari
c. Shopping Cart (keranjang belanja), yaitu tempat kita menaruh barang-barang atau jasa yang kita inginkan. Memuat Nama barang, Quantity dan Harga serta Jumlah bayar, umumnya dilengkapi dengan automatic calculation yang dapat memunculkan informasi nominal pembayaran yang harus dilakukan.
d. Payment Methode, umumnya menawarkan tiga metode cara bayar, yaitu Cash/Transfer/Debit, Kredit dengan Kartu Kredit dan C.O.D (Cash On Delivery)
e. Sistem Pengiriman (delivery methode), umumnya berafiliasi dengan pihak ketiga/perusahaan jasa pengiriman barang dengan berbagai layanannya yang dapat dipilih oleh pembeli misalnya layanan kiriman sampai pada hari yang sama, keesokan harinya dan lain-lain.
f. Contact Link, berisi alamat dan/atau nomor telepon atau saluran lain (email/IM) yang dapat digunakan untuk komunikasi antara pembeli dan penjual, umumnya disertakan pula Contact Form yang terdiri dari field-field untuk memasukkan identitas pengirim (nama, email/website) serta berita/pesan yang ingin disampaikan.
Fitur tambahan, umumnya disediakan sesuai dengan karakter bisnis yang dijalankan, antara lain:
a. Calculator Offline, umumnya digunakan (calon) pembeli saat ingin mengetahui nilai atau nominal harga menurut nilai tukar mata uang yang dipilih apabila daftar harga didominasi oleh satu mata uang asing tertentu. Pada fitur ini biasanya nilai tukar mata uang asing terhadap mata uang lokal sudah tersedia.
b. Currency Converter, memiliki fungsi yang hampir sama dengan Calculator offline, namun bersifat online dan penguna dapat dengan mudah mengkonversi nilai atau nominal pembelanjaan berdasarkan berbagai nilai tukar mata uang asing yang disediakan berikut nilai tukarnya.
c. Uploader, biasanya digunakan untuk mengirimkan file sisipan (attachment) yang diperlukan dalam proses produksi barang yang ditawarkan. Misalnya adalah gambar desain yang berasal dari calon pembeli untuk digunakan sebagai acuan pembuatan barang yang akan diproduksi oleh penjual.
d. Pembanding, yaitu fitur yang digunakan untuk melakukan pembandingan dua produk atau lebih yang ditawarkan pada situs tersebut, biasanya setelah calon pembeli menentukan porduk-produk yang akan dibandingkan, maka muncul spesifikasi per elemen produk yang menjadi indikator pembanding secara head to head.
e. FAQ (Frequently Asked Question), adalah berbagai macam jenis pertanyaan yang umumnya diajukan oleh (calon) pembeli kepada penjual, misalnya cara pesan, garansi produk, minimum pembelian dan lain-lain.
4) BAHAYA DARI BISNIS BERBASIS WEB

DARI SISI PEMBELI :

1. Memungkinkan transaksi jual beli itu hanya tipuan dan belum tentu kebenarannya.
2. sintermediation adalah proses calo dan pedagang perantara.
3. Kadang membeli barang ternyata dengan harga yang lebih mahal, karena barang yang di pesan atau di beli hanya dilihat berupa gambar.

DARI SISI PENJUAL :

KEJAHATAN YANG MUNGKIN TIMBUL :
• Pornografi
• Violence and Gore
• Penipuan
• Cybercrime (Carding, Hacking, Deface dll)
• Perjudian

budidaya ikan lele

dan unutk membuat kolam terpal itu disesuaikan dengan selera anda

Artikel ini saya tuliskan untuk menjawab pertanyan pak Hendri SSK, atas pertanyaannya, mudah2an ini bisa memberikan jawaban kepada pak hendri yg ingin melaksanakan budidaya ikan lele sangkuriang di kolam terpal……..demikian juga untuk teman yang lain dimanapun berada, semoga ini bermanfaat, .. salam saya
 
 
 
BUDIDAYA IKAN LELE SANGKURIANG DI KOLAM TERPAL
 
 
 
 
Budidaya lele akhir-akhir ini sangat marak di tengah-tengah masyarakat baik dari kalangan menengah keatas. Para pebisnis atau pengusaha besar ternyata banyak juga yang mula-mula hanya sekedar iseng atau coba-coba ternyata mereka mencoba untuk budidaya ikan yang berkumis hasilnya dapat diperhitungkan.
 
 
 
Ikan lele dahulu hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga yang sekarang tebar benih dan untuk lebaran atau hari-hari istimewa mereka gunakan. Tapi sebaliknya zaman telah berubah untuk kebutuhan sandang papan dan pangan pun sangat terasa dibutuhkan dalam kelangsungan hidup sebagai manusia yang dikenal makhluk sosial, bukan pangan saja yang diraih tapi juga ekonomi yang mereka tuju. Perekonomian keluarga yang minim serta kebutuhan yang seabreg-abreg kita dipaksa untuk mendapatkannya. Untuk itu saya mengajak anda untuk membuka mata dan fikiran guna mencapai nilai-nilai yang kita butuhkan sedikitnya dapat membantu kebutuhan dapur anda. Orang malas hanya bisa berkomentar tapi orang sukses berani menginvestasikan kemampuannya utuk berani mencoba, hal nya dalam membudidayakan ikan berkumis ini mungkin dapat menjadi inspirator usaha anda, untung kecil yang penting ulet dapat menggigit juga!. Untuk bahan kajian usaha ini saya akan bercerita sedikit pengalaman dalam budidaya ikan berkumis ini.
 
 
 
 
Tiga bulan lalu saya melihat lahan rumah saya kok banyak tumbuh rumput dan ilalang yang menurut saya tidak ada manfaatnya, saat itu saya merenung dan mencoba untuk bisa di manfaatkan tanah yang tidak begitu luas tapi dapat menghasilkan income saku kering saya. Gak kelamaan mikir gonjang ganjing putar puter bolak balik ini istilah ki joko bodo muncullah ide bikin kolam, tapi saya berfikir untuk tidak merusak tanah ini?? sempat tanah ini saya gali mbah bisa murka!!! Baik saya akali membuat kolam terpal yang pembuatan kolam ini tidak terlau mahal serta bahan bakunya pun gampang didapat seperti bambu untuk patok dan untuk reng-reng samping kolam setelah itu baru kita gelar terpal.
 
Bahan-bahan yang di perlukan dalam pembuatan kolam terpal (dengan ukuran kolam saya 3×7 meter persegi):
1. Bambu
2. Paku dan kawat
3. terpal ukuran 6×10 meter2
4. Pipa paralon dan knee
5. Kapur yang biasa kita gunakan untuk mencat pagar
6. Kotoran ayam/sapi/kambing untuk pemupukan kolam
 
Setelah bambu di ukur tinggi tiang kurang lebih tingginya 1,5 meter ditancapkan dan dibuat rangka segi empat dengan ukuran 3×7 meter seperti gambar diatas, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan terpal dan jangan lupa pemasangan pipa paralon yang telah di bentuk “L” guna masuk dan keluarnya air paralon ini bsa dipasang di pinggir, disudut, maupun di tengah kolam itu terserah anda yang menentukan. Setelah pembuatan kolam selesai tahap berikutnya kolam dicat kapur kemudian dibilas bersih sebanyak 2x ini guna menghilangkan zat-zat racun yang ada di terpal kemudian dikeringkan kolam tersebut. Langkah berikutnya pengisian air dengan ketinggian kurang lebih 50 cm kemudian rendam 1/4 karung 25 kg selama 1 jam, setelah itu kolam diendapkan selama kurang lebih 3 hari ini bertujuan agar organik-organik tumbuhdi kolam terpal yang nantinya sebagai makanan tambahan benih ikan lele sangkuriang dalam pembesarannya. 3 bulan yang lalu saya tebar benih ukuran 7-9 cm dan bulan kemarin tepatnya 2 bulan saya bisa panen dan alhamdulillah terasa becek dompet saya serta bisa tambah kolam satu lagi. sekarang saya tebar kembali kolam lama dan kolam baru saya dengan lele sangkuriang dengan total jumlah kolam 3×7 meter2 sebanyak 2100 ekor dan kolam baru ukuran 3×5 di isi benih jumlahnya 1500 ekor, yang rumusannya 1×1 meter persegi isi max 100 ekor.
 
 
Mengapa memakai bibit lele sangkuriang?
 
Saya belajar dari pengalaman orang dan mencari informasi dari mulut kemulut dan saya buka internet untuk mencari bibit lele yang termasuk unggulan. Dahulu kita pernah lele Dumbo yang sempat tenar namanya dibandingkan lele lokal yang pertumbuhannya lebih cepat sekitar 3 s/d 4 bulan bisa merasakan panen. Tetapi ternyata sekarang muncul lele varietas baru yaitu Lele Sangkuriang, yang berasal dari sukabumi. Lele ini bisa berkembang biak di daerah dingin maupun panas, untuk ikan ini sangat tahan penyakit sehingga perentase kematiannya hanya 10%. Lele Sangkuriang sekarang namanya sudah mulai dikenal banyak orang seperti di priangan contohnya garut, tasikmalaya, ciamis, banjar dan sampai di daerah jawa seperti di bogor, bandung, cianjur, cirebon, sumedang, kuningan dan indramayu sudah mulai banyak membudidayakan ikan berkumis yang kita kenal “Lele Sangkuriang” si lele bandel dalam tingkat pertumbuhannya. Patut kita ketahui karakter ikan ini sangat tahan penyakit dalam bertelur bisa menghasilkan telur 6000 buah dan untuk dumbo hanya 4000 buah, untuk pakan bisa kita tekan sehingga kita dapat mendapat hasil yang memuaskan dengan masa panen cukup dengan waktu 2 s/d 3 bulan.
 
 
Untuk itu kami akan memberikan membantu rekan-rekan dalam memenuhi kebutuhan benih pembesaran lele sangkuriang. Untuk ukuran yang kami sediakan pada umumnya antara lain:
 
1. UK 3-5 cm = @ Rp. 300.-, / Ekor
2. UK 5-7 cm = @ Rp. 400,- / Ekor
3. UK 7-9 cm = @ Rp. 500,- /Ekor
4.  UK 9-12 cm = @ Rp. 750,-/ Ekor
 
*. Biaya ini dan hanya ditempat, belum termasuk ongkos kirim.
Kalau ditempatku mungkin jauh, tapi bisahubungi  (a.n Wawan), di http://wawandriya-cakra.blogspot.com/2010/08/budidaya-ikan-lele-sangkuriang-di-kolam.html
 

Kami hanya bisa memberikan inspirasi dalam usaha anda, baik usaha kecil, menengah atau sampai besar. Mudah-mudahan informasi ini akan bermanfaat bagi pembaca dan dapat membuka fikiran yang semula tidak terfikir dan sudah membaca ini akan timbul ide yang lebih cemerlang. Saya akan selalu menunggu kabar sukses anda dalam usaha budidaya ikan lele sangkuriang. Sekali lagi saya ucapkan mohon maaf apabila ada salah dalam tuturkata yang tidak berkenan di hati rekan-rekan CUM (Cakra Usaha Mandiri) saya ucapkan Selamat danSUKSES!!!, j